Senin, 29 Juni 2009

Orkes alam


Orkes Alam

Semilir angin memainkan musiknya
Membuat para ilalang menari-nari
Dan tetumbuhan hijau menampakan
Keelokan tubuhnya

Air pun tak mau kalah
Iramanya yang syahdu
Membuat rerumputan di ladang sawah
Bergairah untuk hidup

Burung-burung seolah dirigen
Membuat susunan nada Indah,
Membuat pak Tani bersemangat
Memainkan cangkulnya

Orkes alam itu mendiris hati manusia
Tak ada lagi kepenatan, semua hilang
Dunia terasa damai dan tenang

Namun…. kini Pak Tani
Tak lagi memainkan cangkulnya
Rerumputan liar tak lagi menari
Tak ada lagi orkes alam

A Hard Fighter


A Hard Fighter

Judul Buku : Zero to Hero “Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa”
Penulis : Solikhin Abu Izzudin
Penerbit : Pro-U Media
Tebal : 300 Halaman; 11,7 x 20 cm

Siapa sih yang ngga mau jadi pahlawan seperti Ibrahim A.s, Muhammad Saw, Abu Bakar Shidiq, Imam Syafi’i, R.A. Kartini, Ismail Marjuki dan kawan-kawannya? Tapi apakah kita bisa seperti mereka?
Setiap manusia pasti memiliki kekurangan, kelemahan dan keterbatasan namun itu semua bukan masalah kalau kita mau belajar dari “Zero to Hero” Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa sebuah buku motivator karya Solikhin Abu Izuddin.
Alumnus Fakultas Kedokteran UNS Kedokteran ini memulai tulisannya dengan mengutip lagu Nasyid Raihan yang menerangkan tentang waktu yang di adopsi dari Q.S Al-Asr:1-3. Manusia akan rugi kalau tidak memperhatikan waktu kecuali 4 golongan, yakni orang yang beriman, beramal shaleh, menasihati dalam kebaikan dan menasihati dalam kesabaran.
Kita juga akan di ajak berhitung oleh penulis yang memiliki minat baca sejak kecil ini, maksudnya memperhitungkan waktu yang sudah di sediakan oleh Allah untuk kita. Imam Al Ghazili turut andil dalam hal ini, katanya kalau rata-rata orang umurnya 60 tahun dan menjadikan 8 jam sehari untuk tidur, maka dalam 60 tahun manusia itu telah tidur selama 20 tahun. Wah ternyata sampai segitunya ya alim ulama memperhitungkan waktu, Ia akan merasa rugi kalau meninggalkan sebuah momentum kepahlawanannya.
Setelah itu penulis yang lahir di Kebumen Jawa Tengah akan menjadikan kita A Hard Fighter yakni seorang pejuang yang tangguh, gigih, berani, dan tidak takut gagal.
Olahan kata-kata yang lugas, tegas, singkat dan berisi bersatu padu menjadi sebuah kalimat-kalimat yang dapat membanmgkitakan semangat kita yang sudah goyah. Apa lagi di bantu dengan resep-resep jitu untuk menjadi orang yang berhasil di dunia dan di akhirat.
Masbukin Pradana dulunya adalah seorang karyawan biasa namun setelah membaca buku motivasi ini ia bisa sukses dan beralih profesi menjadi pengusaha, menurutnya “Buku ini wajib di baca bagi calon pengusaha sukses untuk di jadikan bahan pelajaran”.
Namun sangat di sayangkan di pertengahan bab kesalah ejaan masih saja di temukan, sehingga membuat sulit membacanya karena kata-kata yang terpotong, begitu juga dalam penempatan tanda baca. Sebagai mana hampir sama dengan buku-buku Ilmiah lainnya buku ini harus di baca berulang dalam artian harus lebih di resapi maknanya agar bisa melekat ilmunya.
Walaupun begitu, tetap saja buku ini dapat menjadikan kita dari Biasa sampai Luar Biasa!, selamat menjadi “A Hard Fighter”.

BATU-BATU AMANAH


BATU-BATU AMANAH

Betapa berat batu-batu besar ini,
Bahkan punggungku tak kuat menopangnya
Aku harus menjaga batu-batu ini
karena ini sebuah Amanah

yah... benar sebuah Amanah.
Amanah dari Tuhan yang harus ku jaga
batu-batu kecil yang semakin hari bertambah banyak
membuat aku selalu merasa terbebani

Tapi mengapa rasa lelah ku pun kalah
dan lenyap setelah meliahat batu-batu itu?

Hari berganti hari, bulan berganti bulan,
tahun nerganti tahun,
dan bumi nerputar pada porosnya

Batu-itu sudah semakin berat
tak kuat lagi ku menopangnya
aku pun berlari mencari pegangan
denyut nadiku berdetak kencang
akhirnya batu itupun berhambuaran

Tuhan,,, maafkan aku
aku tak bisa menjalankan amanahmu